the BEGINNING (unfinished)
Tuesday, June 7, 2011 • 11:59 PM • 0 comments
ada seorang pangeran bernama Louist, hidup dalam kerjaan yg damai dan ayahnya seorang raja yg sangat baik hati, slalu adil dan bijaksana. ibunya adalah seorang ratu yg cantik dan dewasa, kedewasaannya dapat dilihat dr parasnya yg ramah dan murah senyum.
Louist memiliki seorang adik perempuan bernama Lucia.
inilah awal dari semua hal yg seharusnya tidak pernah dimulai..........
kakak dan aku bertumbuh dewasa bersama, ia satu"nya temanku selain pelayan kami yg bernama Margerry.
hari ini adalah hari yg aku nanti"kan , yaitu saat usiaku genap 17 tahun malam ini. ayah dan ibuku slalu berkata bahwa itulah tahap awal kedewasaanku, usia yg sudah pantas dibilang sebagai wanita dewasa yg kelak akan menjadi ratu di negeri ini, negeri indah dan makmur yg aku cintai , Terra Somnia.
layaknya gadis remaja pada umumnya, aku ingin terlihat cantik terutama di depan kakak yg akan dilantik sebagai raja malam hari ini. sungguh akan menjadi pesta yg luar biasa,begitu pikirku.
"Pangeran, tidak kah anda merasa lelah? hamba bawakan anda secangkir teh hangat.", Levi menaruh secangkir teh tsb diatas meja di pojok taman.
"thanks Levi. aku belum lelah, kau terlalu cepat membuatkan itu untukku hahaha..", pangeran Louist terlihat masih bersemangat mengangkat pedangnya untuk berlatih.
"anda sudah berlatih sejak 3 jam yg lalu , pangeran. ada baiknya anda beristirahat dulu", sambung Lucas sepupunya yg menghentikan ayunan pedangnya.
"ah Lucas! berhentilah memanggilku Pangeran, kau bisa memanggilku Louist. itu terdengar lebih baik"
"hahaha nanti malam kau akan jadi raja, aku tidak bisa memanggilmu seenaknya"
"whatever Lucas, kita istirahat sejenak.", Louist menghampiri cangkir tehnya dan Lucas juga ikut menyusulnya.
dari kejauhan nampak seorang wanita cantik berlarian dengan gaun birunya yg terlihat anggun. "kakak!", Lucia berteriak dan melambaikan tangannya.
"waw Lucia! akupun tidak menyadarinya kalau itu dia. terlihat lebih dewasa haha", Lucas nampak sedikit terperangah.
"hai adik kecil, ada apa kemari", Louist menyambut Lucia dengan senyum.
"bagaimana dengan gaun ini? apakah cocok??", Lucia menatap Louist, Lucas dan Levi secara bergantian. hening terjadi sesaat , semua memperhatikan Lucia dengan gaun biru berendanya.
"perfect :)", bisik Louist memecah keheningan.
"kau nampak cantik, princess", sambung Lucas.
"anda cantik dan menawan, putri", lamjut Levi.
seketika itu juga senyum puas tergambar di wajah Lucia, "terimakasih :)"
"lihatlah yah, anak" kita sudah dewasa. mereka terlihat sangat berbeda skrg. aku mengandung dan membesarkan mereka slama ini, nanti malam aku akan menyaksikan ke-2nya tumbuh dewasa bersama. itu suatu kebanggaan tersendiri bagi seorang ibu", ratu melihat ke luar jendela kastil.
raja bangun dari duduknya dan menghampiri ratu dan melihat ke arah yg sama, ke luar jendela,"ya.. mereka akan menjadi generasi emas kita.", tersenyum.
"Lucas, Levi, bisakah aku berbicara berdua saja dengan kakak?", Lucia memandang ke-2nya.
"hai adik kecil, ada apa kemari", Louist menyambut Lucia dengan senyum.
"bagaimana dengan gaun ini? apakah cocok??", Lucia menatap Louist, Lucas dan Levi secara bergantian. hening terjadi sesaat , semua memperhatikan Lucia dengan gaun biru berendanya.
"perfect :)", bisik Louist memecah keheningan.
"kau nampak cantik, princess", sambung Lucas.
"anda cantik dan menawan, putri", lamjut Levi.
seketika itu juga senyum puas tergambar di wajah Lucia, "terimakasih :)"
"lihatlah yah, anak" kita sudah dewasa. mereka terlihat sangat berbeda skrg. aku mengandung dan membesarkan mereka slama ini, nanti malam aku akan menyaksikan ke-2nya tumbuh dewasa bersama. itu suatu kebanggaan tersendiri bagi seorang ibu", ratu melihat ke luar jendela kastil.
raja bangun dari duduknya dan menghampiri ratu dan melihat ke arah yg sama, ke luar jendela,"ya.. mereka akan menjadi generasi emas kita.", tersenyum.
"Lucas, Levi, bisakah aku berbicara berdua saja dengan kakak?", Lucia memandang ke-2nya.
Written by : © Lychti
Welcome to my blog! (^人^)

