Ps. Samuel Gunawan ( OVERCOMER CHURCH - 21 MEI 2012 )
Monday, May 21, 2012 • 8:04 AM • 0 comments
Matius 14 : 22-33.
Yesus berjalan di atas air..
Yesus mempersiapkan para muridNya sebelum Ia meniggalkan mereka supaya mereka tidak tercerai berai, maka Ia banyak melakukan mujizat.
- Apakah Yesus tau bahwa akan ada badai di tengah perjalanan tsb?
- Jika Ia tau, mengapa Ia tetap menyuruh murid-muridNya untuk pergi ke seberang?
Jawabannya adalah :
Iman kekristenan berisi tentang kesaksian hidup org Kristen tsb bersama dengan Tuhan. Ini bukanlah teori, tapi sebuah KESAKSIAN dalam hidup mereka sehari-hari. Maka itu sebabnya, Yesus kadang-kadang membiarkan kita mengalami hal-hal yg tidak enak dalam hidup ini.
Bagaimana kita tau bahwa kita diberkati, jika kita tidak pernah hidup kekurangan?
Bagaimana kita tau bahwa kita diberi kesehatan, jika kita tidak pernah sakit?
* Ayat 24...
Badai didalam cerita ini diumpakan adalah pergumulan dan persoalan hidup.
Diombang-ambingkan oleh badai artinya ada persoalan yg Tuhan izinkan seolah-olah tidak selesai-selesai.
- Kenapa Yesus datang pada saat jam 3 pagi?
Murid-murid Yesus sebagian adalah nelayan dan ada yg lahir di dekat danau Galilea, mereka mengenal sungai itu, mereka juga dapat memperkirakan akan datangnya badai hari itu. Jika Yesus datang jam 7 malam, tidak berapa lama setelah badai itu terjadi, mereka tidak akan lagi berkata, "Yesus hebat.", tapi mereka akan berkata, "Karena kita telah berpengalaman."
Yesus datang pada saat pengalaman, tenaga, bahkan harapan habis. Ia menolong mereka.
Tuhan tidak pernah terlambat, juga tidak pernah terlalu cepat. Ia membuat segala sesuatunya indah. Ia memiliki agenda dan waktu tersendiri untu kita, dan itulah yg terbaik bagi kita.
Tuhan kita berjalan diatas gelombang, Ia berjalan diatas pergumulan dan persoalan kita, Ia jauh lebih besar dari persoalan kita.
- Kenapa murid-murid terkejut dan takut?
Karena murid tidak pernah menyangka Yesus akan datang dengan cara seperti itu. Kita tidak pernah bisa memetodekan bagaimana Tuhan akan tolong kita. Tuhan punya 1001 cara untuk menolong kita, kita tidak bisa menyuruh Tuhan bagaimana caranya Tuhan akan menolong kita, karena Ia adalah Tuhan dan pemimpin.
Jalan kita bukanlah jalannya Tuhan.
Pikiran kita juga bukanlah pikiran Tuhan.
Sejauh langit dari bumi, demikianlah jauhnya.
Kita tidak bisa membatasi Tuhan, Ia terlalu luas. Jalan-jalanNya tidak terpikirkan dalam hidup kita.
* Ayat 27...
Immanuel = Allah ada untuk kita, Allah ada bersama kita.
Dalam ketakutan kita ada Tuhan, dalam keberhasilan kita juga ada Tuhan, dalam setiap langkah hidup kita Tuhan ada.
* Ayat 28...
Petrus meminta Tuhan untuk menyuruhnya berjalan diatas air juga. Karena menurut imannya Petrus, apa yg seorang guru bisa lakukan, pasti muridnya juga bisa. Apa yg dimiliki Bapa pasti akan dimiliki anak. Jika Bapa bisa berjalan diatas air, tidak mungkin anakNya tenggelam. Jika kita mengerti konsep ini, kita tidak akan pernah kelaparan dan meminta-minta sebagai anak Allah.
* Ayat 29...
Yesus menyuruh Petrus turun dan Petrus berjalan diatas air. Ia menuruti perintah Yesus dan ia membuat mujizat.
* Ayat 30...
Petrus melihat ada badai datang dan takutlah ia, kemudian ia tenggelam dan meminta tolong kepada Yesus. Kita kadang sama seperti Petrus yg memalingkan wajah kita dari Tuhan dan melihat kepada besarnya masalah kita saja, itu yg membuat masalah kita seakan-akan lebih besar dari Tuhan kita.
Masalah itu bukan pilihan, kita tidak dapat menghindari masalah. dalam hidup pasti ada masalah, tapi fokus pada Tuhan atau tidak adalah suatu pilihan.
Tuhan memegang tangan Petrus dan tidak pernah melepaskannya. Alasan mengapa Tuhan yg memegang tangan Petrus dan bukan Petrus yg memegan tangan Tuhan adalah kalau manusia yg memegang tangan Tuhan, seringkali kita melepaskanNya.. Tapi Tuhan tidak pernah melepaskan kita, karena Ia menerima kita apa adanya.
Kekristenan adalah lahir dari suatu pengakuan kita dari pengalaman hidup kita bahwa Yesus adalah anak Allah..
Written by : © Lychti
Welcome to my blog! (^人^)

