#part.1 Awal perjalanan.
Saturday, November 9, 2013 • 10:55 AM • 0 comments
Ini cuma kisah seorang pria dengan hidup yg gak sempurna.
Yah... Ini bakal jadi post gw yg panjang dan bersambung-sambung, tapi gw harus ceritain tentang 1 orang luar biasa ini yg gw temuin di hidup gw.
Dia bukan orang yg punya wisdom tinggi, atau ilmuan layaknya Einstein, dia juga gak seperti Steve Jobs. Dia cuma orang biasa.
Seorang pria panggil saja dia Tony, mungkin sudah putus asa tentang hidupnya semenjak kematian istri dan anaknya. Keduanya meninggal saat proses persalinan. Entah sejak kapan saat kesedihan dan kehilangan menjadi satu, seseorang tidak akan peduli tentang hidupnya sendiri. Itulah yg Tony lakukan. Dia banyak menghabiskan waktunya untuk minum2 dan ke diskotik. Meskipun ia berada disana, tapi pikirannya selalu menerawang jauh. Tepatnya tidak ada yg bisa mengisi kekosongan hatinya sampai pada hari itu...
Ia bertemu seorang wanita bernama Sheren di dunia 'gelap' itu.
Awalnya Lani teman Sheren yg mengenalkannya padanya, Lani memang menyukai Tony, tapi sejak awal jabat tangan antara Sheren dan Tony, sesuatu seperti menghubungkan mereka berdua.
Tony melihat sesuatu yg berbeda pada Sheren dan mungkin begitu juga sebaliknya.
Tidak banyak yg terjadi malam itu, selain Tony diam2 meminta nomor HP Sheren. Lani tau kejadian itu, dan tidak menyukainya.
Sejak malam itu, Sheren dan Tony berhubungan melalui telepon, baik SMS maupun telepon.
Tony mengajak Sheren bertemu lagi, namun menyadari perasaan temannya, Sheren pun mulai mengabaikannya. Namun, Tony tidak menyerah. Ia bersikeras untuk mengenal Sheren lebih dalam dan menolak Lani.
Karena hal tersebut, Sheren mencoba membuka hatinya sedikit demi sedikit untuk pria itu.
Sheren adalah wanita yg mengalami kehancuran rumah tangga. Ia kesulitan ekonomi.
Semua laki2 memandang rendah dia karena dia berada di dunia malam, tapi satu yg berbeda bahwa Tony melihat apa yg tidak orang lain lihat. Bahwa ia berada di tempat itu bukan karena ia suka, melainkan karena terpaksa. Sorot mata yg sama mungkin yg mempertemukan mereka.
Hari berganti hari, kedekatan mereka semakin akrab. Menjadi teman baik, mengobrol, berbagi cerita satu sama lain. Meskipun masalah yg mereka alami tidaklah sama, namun terkadang kesusahan hiduplah yg dapat menyatukan seseorang dengan yg lainnya, membuat kita saling terhubung.
Sheren kadang berkunjung ke rumah Tony, dia pengelola atau mandor dari sebuah home industry, pabrik bakso ikan tepatnya. Dia orang yg rajin.
Semenjak mengenal Sheren, Tony tidak pernah lagi menyentuh dunia malam, karena ia telah menemukan apa yg selama ini dia cari.
Hubungan mereka bukannya tanpa masalah, tentu saja masalah pertama adalah beratnya kejujuran Tony saat ia berkata bahwa ia mengidap penyakit jantung. Tentu saja dengan lapang dada Sheren menerima kekurangannya itu. Penyakit itu ada karena setelah kematian istri dan anaknya, Tony tidak menjaga pola hidupnya lagi, tidak ada seorangpun mempedulikannya, keluarga adalah sebuah media utana yg dapat mengatur seseorang, tapi ia sudah kehilangan itu sejak lama. Seandainya ia bertemu Sheren lebih cepat.
Memang tidak mudah menerima kenyataan itu, tapi seharusnya Sheren sudah tau hal itu bahwa hidup Tony tidak akan lama lagi.....
Keponakan Tony bernama Hery kelihatan tertarik pada Sheren, ia sering menanyakan Sheren kenapa ia mau mendampingi Tony, ia menawarkan diri untuk menjadi pendampingnya kelak. Tapi Sheren menolak dengan tegas. Sheren sendiri memiliki 2 orang anak.
Kadang anaknya juga datang untuk bertemu Tony. Saat itu, anak sulung Sheren, Silvia melihat Tony yg baru saja mengubah potongan rambutnya, poni depan yg pendek. Itu terlihat sangat polos, tapi melihat Tony yg berseri-seri tersenyum kepada mamanya, ia bahkan tidak percaya bahwa Tony mengidap sakit parah. Itu senyuman orang yg begitu 'hidup'.
Tony bukanlah orang yg suka berbasa-basi, nada bicaranya tegas dan baik. Kadang rasanya tidak bisa menebak seperti apa ia itu, orang yg cukup sulit dimengerti.
Dia suka memasak dan membuat bumbu sendiri, bubuk sambal terasi buatan dia sangatlah enak. Dia orang yg sangat telaten, terlihat dari caranya menumbuk cabai dengan sangat halus.
Yg paling gw suka waktu itu adalah Indomie soto + bubuk terasinya + jeruk nipis, tanpa kuah. Itu sangat nikmat. Hahahaha.. Kalau ingat itu, ketika gw puji bumbu masakan dia enak, esok harinya ia membuatnya dengan sangat banyak. Ia orang yg suka menyenangkan orang lain yg dikenalnya.
Bersambung....
(Udah agak pegel tangan hehehe.. See ya next post. (/´Д`)/)
*untuk post lanjutannya diusahakan akan lebih panjang. Berhubung udah malem & mulai2 gak mood lagi, jadi gak bisa diterusin dulu.* *kea bakal ada yg baca aja yah... (¬_¬)*
Written by : © Lychti
Welcome to my blog! (^人^)

